Senandung Lentera Malam di Gumelem Ethnic Carnival
Gumelem Ethnic Carnival adalah salah satu acara yang bisa kami sebut kontemporer, yaitu perpaduan antara unsur budaya ( tradisi ) lama dengan hiburan musik tradisi & musik modern. Sebuah kebanggaan bagi kami "Lentera Malam" dapat bersenandung di acara yang luar biasa ini. Banyak pelajaran yang kami dapat di Gumelem, tentang budaya dan tradisi yang masih sangat kental dan masih begitu dijunjung tinggi nilai-nilainya. Lentera Malam saat bersenandung di Gumelem Ethnic Carnival tidak bisa lengkap seperti biasanya, saudara Imam Arief D. tidak bisa mengikuti senandung lentera malam di Gumelem karena ada alasan tertentu karena sedang ada kegiatan lain di Jogja. Masih di hari yang sama, mendadak ada kabar dari saudara Angga D.K & Imam Arief D. bahwa mereka akan ada pertunjukan wayang yang diiringi kidung dari Lentera Malam, anggap saja kami bersenandung dengan formasi penuh walaupun berbeda tempat. Di Gumelem Ethhnic Carnival, kami dibantu saudara Gery & Tira di musik, kemudian dibantu saudara Panji di sela-sela senandung ( membaca puisi ), ketiganya adalah anggota Teater Perisai ( Universitas Muhammadiyah Purwokerto ). Senandung Lentera Malam di Gumelem Ethnic Carnival berjalan lancar sesuai harapan yang telah diharapkan sebelumnya. Sampai jumpa di Senandung Lentera Malam selanjutnya, terima kasih.


Senandung Lentera Malam di Gumelem Ethnic Carnival

Lentera Malam kembali menggelar Pagelaran, di Pagelaran Lentera Malam Jilid Dua ini, kami mengusung tajuk "Muara Sabda Kidung". Apa maksud dari tajuk tersebut ? , banyak yang melontarkan kalimat tersebut seketika melihat tagar Muara Sabda Kidung. Muara Sabda Kidung dalam hal ini merupakan sebuah ungkapan untuk mewakili kalimat "Manusia di alam raya ini punya cara dan tujuan hidup masing-masing, akan tetapi mereka nantinya bermuara di satu titik, yaitu TUHAN". Tidak jauh berbeda dengan Pagelaran Lentera Malam yang pertama di tahun 2014 silam, kali ini kami juga mengajak beberapa orang untuk telibat dalam sebuah pagelaran yang kami sajikan dengan sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan dan dapat membuat pengunjung merasa berkesan atas kehadiran mereka di Pagelaran Lentera Malam Jilid Dua ini. Beberapa teman dari Nyawang Rupa mempersembahkan karya-karya mereka ( lukisan ) yang dipamerkan dalam ruang tertutup ( Gallery lantai 2 Terminal Bis Banjarnegara ).

Pagelaran Lentera Malam ( Jilid Dua )

Senandung Lentera Malam di Kampus UMP

Sebelumnya, kami dari Lentera Malam ingin mengucapkan selamat kepada Teater Perisai (UMP) yg telah berproses selama 2 dekade. Di tahun 2014 ini, usia 20 tahun adalah usia dimana tak lagi disebut muda atau remaja, ini adalah usia dimana sebutan dewasa sudah sepantasnya menjadi gelar yang diperoleh untuk Teater Perisai. Selamat dan selamat yang hanya bisa kami ucap sebagai hadiah untuk Napak Lair yang ke 20 tersebut.
FUNTASIYA 2014

#FUNSASIYA2014
Hashtag #funtasiya2014 sedikit membuat penghuni jejaring sosial ( twitter ) penasaran, banyak yang mencoba dengan tidak sengaja atau bahkan dengan sengaja membuka hashtag tersebut, menggali informasi yang ada didalamnya. Hashtag #funtasiya2014 adalah hashtag yang digunakan untuk informasi acara Napak Lair Teater Perisai, digunakan sebagai nama acara yaitu "FUNTASIYA", kenapa nama itu tercetus ? silakan tanyakan ke Teater Perisai di akun @TeaterPerisai . 
Perjalanan Lentera Malam ke Purwokerto
Tepatnya pada hari Jumat 17 Oktober 2014, hampir seperti ketika Bersenandung di Jogja, kami berangkat tidak bersamaan seperti kelompok pada umumnya. Terbagi atas beberapa gelombang, ada yang siang sudah sampai ada juga sebagian yang sampai tempat ketika hari mulai petang, ini bukan menjadi masalah bagi kami, karena kami penuh toleransi dan tanggungjawab untuk setiap proses yang kami kerjakan selama ini. Alhamdulillah, tidak ada kendala dalam perjalanan, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang menghambat perjalanan kami, semua berjalan lancar tanpa kendala.
Persiapan Sebelum Bersenandung
Setelah semuanya berkumpul di tempat pertunjukan, di kampus UMP, malam mulai menyelimuti bumi dengan gelapnya. Kami memutuskan untuk berlatih sejenak untuk gladi bersih, kami diberi ruang, yaitu di sekre BEM UMP yang letaknya sekitar 200 meter dari panggung pertunjukan. Sekitar pukul 20:00 wib kami semua menuju gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) dengan berjalan kaki bersama sembari bercakap santai, sesekali bercanda sembari membahas persiapan untuk Senandung malam itu. Hampir sampai di gedung PKM itu, tiba-tiba saudari Elza berteriak kaget sembari berlari untuk segera masuk ke gedung. Lagi-lagi Elza melihat sosok yang tak bisa dilihat oleh teman-teman lain, ini bukan kejadian pertama kalinya, ketika Lentera Malam menuju Senandung, ini kali keduanya Elza melihat penampakan makhluk dari dunia lain, pertama kali adalah di Gubuk Seni Imajinasi menuju Senandung Lentera Malam di FKB ( Festival Kesenianan Banjarnegara ) Agustus lalu. Sedikit bercerita tentang Elza, salah satu bagian dari Lentera Malam yang mengatur nada atau kebanyakan orang menyebutnya "vokalis". Sejak kecil dia di karuniai  kelebihan oleh Sang Pencipta, dia bisa melihat makhluk di alam lain, tetapi belum dapat berinteraksi dengan mereka. Malam itu di jalan menuju gedung PKM, di sekitar gedung PKM itu ada sosok makhluk dunia lain. "Ya... sosoknya gitu, rambutnya panjang tapi ga terlalu panjang, muka'nya pucet, mata'nya sayu gitu, pakai baju putih agak kotor dan lusuh, tatapannya ke arahku tapi ga ganggu, usianya kisaran 25-27" ungkapnya ketika ditanya sosok apa yang telah dia liat.
Senandung Lentera Malam di acara FUNTASIYA 2014
Malam itu sekitar pukul 21:40, Lentera Malam bersiap untuk senandung di rangkaian acara Napak Lair Teater Perisai. Persiapan seperti wayang, gitar, djembe, hingga yang tak terlewatkan yaitu lentera, semua telah kami siapkan. Pengunjung mulai memadati area depan panggung pertunjukan, saat itu banyak pengunjung yang baru saja keluar dari dalam Auditorium UMP, telah menyaksikan pertunjukan teater. "Lingsir Wengi" menjadi awal mula Senandung Lentera Malam di panggung FUNTASIYA 2014 tersebut, disusul dengan kidung "Tarian Sari" - Frau, "Bahtera Dan Balada", "Dinasti Tanah Pusaka" berkolaborasi dengan saudara Angga Dwi K sebagai dalang wayang ( karakter Punta Dewa & Werkudara ), kemudian disusul dengan cerita singkat oleh saudara Angga yang dengan lihainya memainkan wayang yang dalam penyampaiannya intinya adalah "Manusia seharusnya menjaga lingkungan yang telah menjadi tempat singgahnya selama ini, diambil dari Surat Ar Rum ayat 41 : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." selain itu juga ada sedikit tambahan pesan yang disampaikan saudara Angga yaitu "Semakin tinggi jabatan manusia, semakin banyak harta yang dimiliki, tetapi tidak mempunyai hati nurani dan memikirkan kelestarian alam semesta, maka manusia akan merasakan karma dari alam semesta ini berupa bencana, maka berhati-hatilah kalian dalam bertindak untuk kelestarian alam", kemudian kidung "Labirin Batin" yang berkolaborasi dengan saudara Mukhammad Awan Yustira yang memainkan biola dan suling bambu, kemudian kidung "Sajak Suara" karya Wiji Tukul kami bawakan perdana di Senandung Funtasiya tersebut yang lagi-lagi berkolaborasi dengan saudara Gerry dengan alat musik khas Sunda yaitu "Karinding". Mas Gery adalah salah satu penggerak acara Funtasiya 2014 sekaligus salah satu aktifis Teater Perisai. Kidung tersebut selesai, sedikit ada waktu jeda untuk menyapa pengunjung, sedikit ucapan terma kasih untuk acara Funtasiya, beberapa salam  untuk teman-teman juga yang sudah datang di acara tersebut. Dalam pengucapan salam di acara FUNTASIYA tersebut, kami mencoba mengucap 4 salam yaitu : Assalamua'laikum, Om Swastiastu, Salam Sejahtera, Salam Budaya dengan tujuan agar tidak tidak bertendensi pada satu kepercayaan saja. Kemudian senandung Lentera Malam tersebut kami akhiri dengan kidung "Tiga Titik Hitam" dari Burgerkil.
Senandung Lentera Malam yang terakhir di Tahun 2014
Beberapa teman dekat kami bertanya-tanya akan rumor yang sedikit bocor disekitar Lentera Malam, terdengar berita bahwasanya Lentera Malam akan berhenti sejenak dalam Senandungnya. Ya bisa kami bilang begitu, kami punya sedikit cara lain untuk proses kami, tak seperti kebanyakan musisi atau band yang biasanya justru gencar sekali mencari panggung manakala sudah mulai banyak orang yang mengetahui atau mengenalnya. Kami mencoba untuk mengambil cermin cekung yang akan membuat bayangan objek terbalik ketika bercermin. Kami mencoba sesuatu yang menurut kami adalah kebalikan dari beberapa musisi atau band pada umumnya. Bisa dibilang kami berhenti untuk Bersenandung di panggung hingga waktu yang masih kami rahasiakan, intinya kami ingin berproses, memperkaya karya kami, mencoba mengemas dengan apik hingga suatu saat nanti ada kalanya kami akan membuat sebuah pagelaran yang harapannya lebih maksimal dari Pagelaran Lentera Malam yang pernah terwujud di bulan Juli 2014 lalu. Tidak semata-mata kami vakum seperti yang teman-teman khawatirkan, justru kami mencoba lebih produktif ketika sebutan "Vakum" sedang kami jalani. Menyiapkan beberapa karya lebih adalah PR yang sangat besar untuk masing-masing Nahkoda Lentera Malam. Sekian catatan tentang Senandung Lentera malam di Acara Napak Lair Teater Perisai dalam rangkaian acara FUNTASIYA 2014. Terima kasih sudah menyimak tulisan kami ini, salam budaya !

Senandung Lentera Malam di Acara Napak Lair Teater Perisai yg Ke-20


Salam hangat, salam budaya, salam sejahtera...
Untuk pembahasan kali ini kami akan berbagi pengalaman canda tawa dan berbagai kejadian-kejadian yang agak ganjil pada saat kami mempersiapkan  peluncuran album pendek yang disertai pagelaran seni di dalam pelaksanaannya. Kenapa kami hanya meluncurkan 3 buah karya dalam pagelaran album pendek tersebut? Jawaban simpelnya adalah, karena LENTERA MALAM  memang hanya mempersiapkan 3 buah lagu untuk album pendeknya, dan apabla di perinci lagi.. mari disimak beberapa prosesnya.

PENJELASAN LAGU
“ Kenapa isi dan lagu tersebut sulit dipahami ? kenapa lagu-lagu Lentera Malam memakai bahasa yang jarang di dengar? Kenapa isi lagu perlu kami bahas? ” pertanyaan ke satu dan kedua sering terucap dari banyak pendengar, dan pertanyan ketiga terlintas ketika pertanyaan ke satu dan kedua muncul . Maka dari itu mari kami ungkap disini.
Kenapa isi dan lagu tersebut sulit dipahami ?”
Sebenarnya lagu-lagu Lentera Malam akan mudah dipahami jika kami memiliki kesamaan pandangan terhadap 3 unsur yang berkaitan dengan kehidupan yang di pegang oleh Lentera Malam yaitu “ Tuhan, Manusia, dan Alam  semesta “
“ kenapa lagu-lagu Lentera Malam memakai bahasa yang jarang di dengar?”
Lentera Malam memang memiliki prinsip dan tujuan untuk tetap melestarikan kesenian dan budaya bangsa, jadi kami mengambil bahasa-bahasa dari kamus besar bahasa Indonesia.
” Kenapa isi lagu perlu kami bahas? ”
Karena dari pembahasan keseluruhan saling berkaitan dan isi-isi lagu sangat mendominasi penjelasan tentang pengalaman kejadian-kejadian ganjil yang di alami pada prosese persiapan pagelaran. Sedangkan isi-isi lagu Lentara Malam akan dijelaskan dibawah.

PROSES LENTERA MALAM MEMBUAT KARYA  dan ISI LAGU
Dalam proses pembuatan karya sebenarnya Lentera Malam memiliki kesamaan dengan seniman-seniman lainnya. Penulisan lirik yang sepenuhnya berisikan antara logika dengan kenyataan berasal dari tumpahan otak Boby Dwiki P melalui beberapa obrolan dengan anggota yang lainnya. Dalam karya lengkap album pendek Lentera Malam “ DIMENSI ALAM LIBERAL ” , ada “ BAHTERA DAN BALADA , DINASTI TANAH PUSAKA, dan GENITALIA FANA “, yang sebenarnya sebelum diluncurkan sudah mendapat beberapa oborlan lagi untuk lagu ketiga yaitu GENETALIA VANA , karena dalam lagu tersebut memiliki isi yang terlalu condong kepada satu pembahasan  , maka mereka sepakat untuk mengganti GENETALIA VANA dengan LABIRIN BATIN, dan akhirnya terbentuk format album pendek DIMENSI ALAM LIBERAL “ BAHTERA DAN BALADA , DINASTI  TANAH PUSAKA , dan LABIRIN BATIN “
Untuk isi-isi lagu-lagunya, LENTERA MALAM sebenarnya agak keberatan menuliskannya karena sama saja menurunkan sifat pemalas kepada generasi muda untuk berpikir, termasuk berpikir memahami isi lagu-lagu Lentera Malam. Tapi karena pembahasan semuanya sangat berkaitan dan juga ada unsur baiknya kepada generasi muda untuk tidak berhentI membaca maka kami babat habis disini.



BAHTERA DAN BALADA:
Lagu ini memberikan isi yang inti dari rangkaian puisinya mempunyai pertanyaan yang sering terlintas pada kebanyakan orang tetapi sangat sungkan untuk di bahas,  yaitu “penjelasan tentang manusia yang memiliki kapal dan danaunya sendiri ( jalan hidupnya masing-masing)  untuk berlabuh di kehidupan dunia, namun memiliki pertanyaan tentang  kenapa kami di lahirkan kedunia, kenapa tidak di di tempatkan di surge saja seperti  ketika nabi adam  sebelum melakukan kekhilafannya sedangkan ujungnya kita kembali ke alam akhirat? “  .
Kidung Bahtera dan Balada Lentera Malam



DINASTI TANAH PUSAKA

Karena Lentera Malam memiliki tujuan untuk menyadarkan diri senridiri dan umat-umat sesamanya, maka isi dari karya kedua dan ketiga adalah saling berkaitan dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lagu-lagunya. Dalam lagu kedua yaitu Dinasti Tanah pusaka yang isinya adalah “ tentang tingkat sumber daya alam dengan sumber daya manusia yang tidak seimbang, sehinggga manusia memang sepantasnya diturunkan ke dunia karena manusia tempatnya kesalahan dan sering merusak dunia/ alam. Manusia juga untuk di uji sampai dimana batas kemapuan untuk memahami penciptanya. Lalu pertanyaannya adalah untuk apa semuanya?”


Kidung Dinasti Tanah Pusaka Lentera Malam

LABIRIN BATIN
Lagu ini hasil dari diganti dari rencana awalnya yaitu lagu GENETALIA VANA yang hanya berisi tentang pandangan politik dan keadaan di Negara Indonesia yang sangat memprihatinkan, tapi sekali lagi Lentera Malam bersifat jamak yang artinya ingin mengedepankan kepentingan bersama dengan cara sama-sama saling menyadarkan antara Tuhan, manusia , dan alam, maka dari itu GENETALIA VANA diganti dengan LABIRIN BATIN  yang juga sempat akan di buat project kolaborasi dengan R. AGENG R. vokalis dari band Syair Kalimat Terakhir dan akhirnya sebelum ada konfirmasi dari AGENG kami bertemu ELSA  vokalis wanita yang akhirnya masuk menjadi anggota LENTERA MALAM , dalam lagu ini  isinya juga tentang jawaban dari lagu kedua yaitu “ manusia diturunkan di bumi untuk berusaha  memahami bahwa manusia di uji sampai bisa melakukan kehidupan yang seimbang hingga suatu saat nanti akan kembali lagi kepada sang penciptanya. Dalam lagu ini pendengar di ajak berpikir tentang kesimpulan dari kehidupan yang berjalan dan tentang bagaimana Tuhan di antara otak kanan dan kiri menciptakan semuanya ”
Itulah isi dari lagu-lagu Lentera Malam, segala sesuatu yang kami lakukan hanya untuk sang pencipta dan bersifat sementara, selebihnya akan kembali kepada sang pencipta.
Labirin Batin

PENGALAMAN CANDA, TAWA,  DUKA dan KEJADIAN-KEJADIAN GANJIL
Pada saat proses pencarian pengusung jabatan orator,  Lentera Malam  mendapat kesulitan karena sangat sedikit yang bersedia sejalan dengan prinsip Lentera Malam, singkat cerita setelah bertemu dengan BIMBIM proses perekaman lagu pun di mulai.
Proses yang di alami sangat berkesan, karena proses perekaman lagu dilakukan sendiri dan kebetulan sedang berada pada bulan Ramadhan, maka perekaman lagu dilakukan dengan santai. Dari sosok BIMBIM yang hoby bercanda bertemu dengan BOBY yang sejatinya dia juga tipe manusia yang penuh candaan.  Dan ELSA yang tidak bisa fokus karena IAN RUSH berkali-kali melakukan foto selfie. Begitu juga imam yang selalu merengek minta makan karena merasa lapar setiap kali menjadi operator recording dan selalu berhadapan dengan computer. Namun, semuanya hanya candaan dan sangat mengasikan.
Dari satu minggu yang terlewati,  hari pertama perekaman lagu  belum dilakukan sistim kedisiplinan sehingga prosesnya dilakukan pada jam jam siang sekitar pukul 11.00 - 14.00  w.i.b yang kebanyakan diselingi becandaan sehingga proses perekaman lagu menghabiskan waktu satu minggu penuh.
Pastinya pertanyaan muncul dari sobat-sobat pembaca, kenapa dengan kalimat kejadian ganjil dan ada apa di dalamnya?. Pada saat persiapan menuju pagelaran, terjadi kejanggalan terhadap lagu ketiga “ labirin batin “. Lagu yang berisi tentang tuhan ini di rekam pertama dan kejadian janggal pertama yaitu percetakan puisi dan lirik lagu ini selalu mendapat kesulitan, karena komputer untuk mencetak lirik tersebut tiba-tiba rusak,sehingga harus bertolak ke warung internet. Tetapi disana tiba-tiba layar computer mati tanpa sebab dan tidak bisa dihidupkan. Namun karena masih merasa wajar, dan cenderung masih dalam kategori kejadian kecil sehingga kami behijrah ke warung internet lainnya, tetapi tidak menyana dan tidak disangka computer dari warung internet tersebut tidak melacak media penyimpanan ( flashdisk ) laksana computer yang seharusnya sehingga kami pulang dengan pikiran melayang-layang menerka-terka berpikir “hmmm.. apakah semua ini ada hubungannya dengan isi lagu tersenut atau kami hanya dibawa ke arah ke tempat dimana kami harus meletakan kata sabar di atas kenormalan. Namun, anehnya pada pengaturan  computer jinjing dan plug-in ( aplikasi tambahan ) gitar yang selalu tidak terlacak sampai proses tidak pernah bisa setiap kali akan di lakukan penyuntingan sehingga lagu ini ditinggal dan direkam terakhir  kemudian mencoba merekam lagu lain.  Setelah  proses perekaman lagu “ bahtera dan balada” dan “ dinasti tanah pusaka “ selesai maka di putuskan untuk merekam ulang lagu “ labirin batin “ , ternyata ke anehan kedua datang saat IAN ALAM S. ( kerap di panggil ipong ) sepulang dari Yogyakarta memberi kabar bahwa ELSA sudah sakit 4 hari mendadak masuk rumah sakit sepulang hari pertama pada proses perekaman lagu  “ labirin batin “ akhirnya peremakan ulang ditunda.
  Entah komputer yang bermasalah atau sebab-sebab yang lain karena kejadian janggal ini tidak tersadari  lebih-lebih setelah lagu “ bahtera dan balada” dan “ dinasti tanah pusaka “ selesai di mixing, lagu  labirin batin pun tetap tidak bisa di mixing meskipun sudah mengganti sampai 3 komputer jinjing. Akhirnya perekaman ditunda lagi , sampai kemudian keanehan muncul lagi  setelah baru saja menutup untuk penundaan perekaman lagu “ labirin batin “ ketika  memulai penyusunan pamphlet ( iklan temple ) / selebaran, Pamflet yang sudah ditintinjau berkai –kali dimana letak kesalahannya dan ternyata sudah benar, harus di rubah lagi karena ada salah satu band pengisi yang mundur, ketika baru di buka master desain pamflet poster dll. Ternyata tidak ada nama band di semua desain, dan akhirnya tidak ada acara edit-mengedit master desain lagi.
Keanehan berikutnya datang lagi ketika IPONG dan IMAM sepulang dari tempat percetakan untuk print karya foto dan poster untuk pagelaran, mereka mampir ke kontrakan temannya di yogyakarta untuk beristirahat sejenak sambil menunggu pesenan kaos. Teman-teman yang melihat-lihat karya foto dan poster yang berjumlah 23 tiga bertanya kenapa ada 2 foto yang sama. Setelah di tinjau dan dihitung bersama berkali-kali ada salah print karena jumlahnya benar ada 23 tapi ada 2 foto yg sama dan yang print nya terlewati adalah poster “ labirin batin” yang berisi penjelasan lagunya. Akhirnya sebelum pulang ke banjarnegara esok harinya IMAM dan IPONG berniat untuk print ulang poster “ labirin batin” . Tapi keesokan harinya IMAM dn IPONG kembali mengecek print karya tersebut, baru cek lembar ke 3 poster “labirin batin” tiba-tiba ada ditumpukan. Imam dan ipong kembali menghitungya dan jumlahnya tetap ada 23, dan foto yang sama masih ada. Jadi semalam karya yang kurang ada dimana, karena keesokan paginya tiba-tiba ada? Imam dan ipong pun pulang ke banjarnegara tanpa kembali print ulang.

Akhirnya keanehan berhenti ketika lagu “ labirin batin “ di format mp3 tanpa di mixing dengan hasil tidak jelas dan hasil yang sangat berbeda dengan ke dua lagi lainnya. Tetapi keanehan ini hanya kami anggap sebagai pengalaman saja dan kami hanya bermaksud berbagi pengalaman.

Tentang Karya-Karya Lentera Malam

 Foto Lentera Malam
Salam !
Salam Budaya ! Salam sejahtera untuk kalian, orang-orang terpilih yang masuk di sebuah media yang bisa disebut buku tulis ( diari ) sebuah kegiatan atau perjalanan Lentera Malam. Kami ucapkan selamat datang di tulisan dengan judul "Senandung Lentera Malam di Panggung Demokrasi Kampus UIN ( Jogja )", sebuah tulisan tentang pertunjukan Lentera Malam ketika berada di acara "Pelantikan dan Gelar Budaya" oleh IKPM Jateng yang berada di DIY ( Daerah Istimewa Yogyakarta ).
Apa itu IKPM ?
Banyak sekali pertanyaan yang terlontar ketika kita menginformasikan bahwa Lentera Malam akan bersenandung di acara IKPM, satu per satu pertanyaan itu muncul, hingga disini ingin kami tuliskan sedikit gambaran mengenai IKPM. IKPM yaitu akronim dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa, sebuah organisasi kedaerahan yang menyatukan saudara/saudari dari satu daerah ketika mereka berada di daerah lain. Ilustrasinya seperti ini, ada beberapa mahasiswa dari kota Banjarnegara, ketika menuntut ilmu di luar kota, misalkan di Jogja, mereka butuh teman, butuh relasi atau butuh kekeluargaan yang sama-sama satu daerah, untuk contoh kecilnya adalah KMB ( Keluarga Mahasiswa Banjarnegara ) sebuah wadah untuk teman-teman Banjarnegara yang menempuh pendidikan di kota Jogja. Tidak perlu kami tulisakan panjang lebar, mungkin sampai sini sudah paham tentang hal itu.
Kenapa Lentera Malam Bersenandung di Acara Tersebut ?
Asal muasal kenapa Lentera Malam bisa diberi kesempatan untuk bersenandung di acara Pelantikan dan Gelar Budaya yaitu karena sebelumnya pernah ada silaturahmi yang terjalin antara KMB dengan Lentera Malam, ketika acara Halalbihalal KMB di kampus Politeknik Banjarnegara. Dari situlah ada ikatan persaudaraan yang membuat kedekatan KMB dengan Lentera Malam terjalin apik, terbungkus rapih bagaikan parsel lebaran yang siap dikirim ke alamat. Dalam pertunjukan ini, Lentera Malam dibebani tanggungjawab berangkap, dimana Lentera Malam mewakili KMB di acara IKPM Jateng, kemudian di lain sisi, Lentera Malam harus menjunjung tinggi nama Banjarnegara, bisa dibilang mewakili Banjarnegara, salah satu penampilan dari 9 kabupaten yang ikut dalam panggung tersebut. Tanggung jawab yang tak bisa diremehkan, membuat semua anggota Lentera Malam berdetak kencang jantungnya.
Foto Personil Lentera Malam
Kami di Malam Pertunjukan itu....
Perjalanan dari Banjarnegara sampai ke kota Jogja ada banyak cerita disetiap individu dar 5 bagian Lentera Malam ini, tak bisa kami tuliskan satu per satu. Hingga kita bermuara di satu tempat di Pogung Lor ( Jogja ) di sebuah rumah kontrakan, salah satunya dari bagian Lentera Malam adalah penghuni kontrakan tersebut. Berkumpul, berdiskusi, bercanda, hingga beberapa aktifitas lain kami lakukan disana, mengikat kekeluargaan yang semakin erat, sesekali bercerita di luar topik pembicaraan untuk Lentera Malam, seperti celoteh boby yang sedang hobi sekali dengan minuman "susu", celoteh imam tentang keluh kesah tentang beberapa hal yang sedang dilaluinya, celoteh elza yang sedang begitu jatuh cinta dengan sosok "Risa Sarasvati" yang pada tanggal 20 September 2014 kebetulan perform di Jogja, sangat disayangkan tidak bisa menyaksikan aksi panggung Sarasvati karena Lentera Malam sedang mengemban tanggung jawab untuk bersenandung di tanggal dan waktu yang nyaris bersamaan, kemudian celoteh ian ( lebih akrab dipanggil ipong ) tentang beberapa project yang ingin dan akan dikerjakannya, celoteh bimbim tentang caps pilox dan kelengkapan menggambarnya, notabenya bimbim adalah penulis, penulis di jalanan atau yang biasa disebut dengan street art writter. Semua berlalu secepat kedipan mata, akhirnya waktu sudah menunjukan pukul 18:00 wib dimana kami harus bersiap-siap bergegas menuju tempat berlangsungnya acara. Sekitar pukul 18:45 wib kita menuju ke kampus UIN, tiba disana sekitar pukul 19:20 karena kondisi jalan sedikit macet. Sampai di tempat, kami disambut hangat ramah oleh perwakilan dari KMB ada Mas Aan dan Mbah Giyan, hingga larut dalam obrolan yang begitu panjang, tentang persiapan untuk senandung Lentera Malam, tentang acara-acara kedepannya, tentang beberapa kegiatan IKPM dan sebagainya, begitu panjang dan menyenangkan. 
Ada hal tabu yang tak seharusnya diceritakan, tapi ini Proses !
Hal tabu ? sebentar.. sebentar... jauhkan pemikiran kalian tentang tabu adalah hal negatif dengan unsur terbuka ( lebih kejamnya lagi jika kalian beranggapan tentang hal seperti pornografi / pornoaksi / sara ). Waktu sudah menunjukan pukul 20:15, waktu dimana seharusnya Lentera Malam bersenandung, di urutan ke tiga dari 9 penampil di acara tersebut. Sudah persiapan segalanya mulai dari gitar, djembe, wayang, harmonika dan lain sebagainya, ketika itu ada satu problem, entah karena salah komunikasi atau memang kurang teliti. Puisi !, ketika itu beberapa lembar puisi yang harusnya disajikan di Senandung Lentera Malam itu tertinggal di rumah kontrakan ! sedikit panik, sedikit kecewa dan bercampur aduk beberapa rasa yang ada di dalam hati, sempat juga tetesan air mata dari Elza, karena sangat kecewa, kecewa karena tidak dapat menyaksikan penampilan Risa Sarasvati, kenapa demikian ? apa hubungannya puisi tertinggal dengan penampilan Risa Sarasvati ?, sedikit kami bercerita tentang jadwal yang sudah kami rencanakan sebelumnya, yaitu Lentera Malam bersenandung pukul 20:00 hingga 20:30 wib, kemudian ke JEC ( Jogja Expo Center ) menyaksikan penampilan Risa Sarasvati pukul 21:00 hingga 22:00 wib, namun karena tertinggalnya puisi untuk senandung Lentera Malam, akhirnya Lentera Malam bersenandung pukul 22:00 wib, menjadi bagian akhir dari acara Pelantikan dan Gelar Budaya IKPM Jateng. Jadwal tak seperti rencana dan harapan, hingga akhirnya terjadi banyak perubahan disana.
Senandung Lentera Malam
Tarian Sari ( Karya Frau ) menjadi pembuka Senandung Lentera Malam di pertunjukan malam itu, kemudian dilanjutkan dengan kidung "Bahtera dan Balada", pembacaan puisi, kidung "Dinasti Tanah Pusaka", kemudian sedikit salam atau yang biasa kami sebut "Mulut sampah", malam itu tentang relaksasi pertanyaan "Apa yang Banjarnegara berikan untuk kita? coba dirubah menjadi Apa yang bisa kita  berikan untuk Banjarnegara ?", kemudian di akhiri dengan kidung "Labirin Batin" yang selalu saja dalam proses perjalannya selalu menemukan hal ganjil yang mungkin akan kami ceritakan di tulisan selanjutnya.
Lentera Malam bersama KMB ( Keluarga Mahasiswa Banjarnegara )
Akhir dari Senandung Lentera Malam
Lentera Malam begitu bangga ketika tepuk tangan meriah mengakhiri perjuntukan Lentera Malam, selalu puas dengan hal tersebut, lelah dalam perjalanan Banjarnegara menuju Jogja sangat terbayarkan ketika riuh tepuk tangan menjadi penutup Senandung Lentera Malam. Terima kasih untuk IKPM Jateng yang telah memberi ruang dan waktu untuk kami bersenandung, terima kasih untuk KMB ( Keluarga Mahasiswa Banjarnegara ) yang telah memberi kepercayaan kepada Lentera Malam untuk menjadi delegasi di gelar budaya tersebut, bangga sekali kami dapat bersenandung di depan banyak teman-teman dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Terima kasih kepada saudara Angga Dwi K yang malam itu berkolaborasi memainkan wayang dalam kidung "Dinasti Tanah Pusaka" yang menggambarkan tentang satu orang dan satu pohon. Dimana manusia kini sudah mulai merusak alam, tidak ingat bahwasanya manusia dapat melangsungkan kehidupan juga karena pengaruh besar alam raya ini, Tuhan menciptakan manusia dan alam untuk saling berdampingan, saling menjaga, saling melengkapi. Sekian dari kami, terima kasih untuk pembaca setia perjalanan kami, semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.

Senandung Lentera Malam di Panggung Demokrasi Kampus UIN ( Jogja )

Kaos Lentera Malam
Karya Sandang #DimensiAlamLiberal


Karya Sandang #DimensiAlamLiberal

Lentera Malam Bersenandung di Festival Kesenian Banjarnegara
Lentera Malam kembali bersenandung, hari Selasa tanggal 19 Agustus 2014 bertempat di kampung Gayam, Banjarnegara dalam rangkaian acara FKB ( Festival Kesenian Banjarnegara ). Masih dengan dresscode gelap, warna hitam dengan sedikit corak bergambar ornamen barong, Lentera Malam menyuguhkan irama dan alunan musik yang kami kemas dengan hangat, penuh dengan unsur misteri yang sengaja kami angkat sebagai satu tema kebanggaan Lentera Malam. Diawali dengan suara lantang Elza ( Penyenandung ) dengan lirik 
"Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet"

Lentera Malam - Elza S Virgina
Kemudian alunan dawai oleh boby dan imam serta dilengkapi dengan hentakan djembe oleh ipong, terwujudlah sebuah harmonisasi dalam Senandung Lentera Malam di malam itu. Lantangnya orasi dari saudara bimbim menambah hangatnya perpaduan antara musik dan puisi karya Lentera Malam. Di akhir rangkaian Lentera Malam juga berkolaborasi dengan saudari Wulan, dengan membawakan lagu berjudul "Tiga Titik Hitam".
Lentera Malam feat Wulan - Tiga Titik Hitam
Senandung kami terujung pada keterbatasannya waktu, 4 kidung yang telah usai begitu saja dihadapan ratusan pengunjung, akhirnya membawa kita pada waktu dimana kita harus turun dari level panggung berselimut permadani merah. Terima kasih untuk panitia Festival Kesenian Banjarnegara atas waktu yang telah diberikan kepada kami, sehingga kami dapat bersenandung di acara FKB. Terima kasih.

Lentera Malam Bersenandung di Festival Kesenian Banjarnegara

Lentera Malam @ Politeknik Banjarnegara
Lentera Malam @ Politeknik, Banjarnegara
Setelah live perform perdana di acara sendiri yaitu #PagelaranLenteraMalam, akhirnya Lentera Malam kembali menyuarakan karya-karya kami di depan saudara/saudari dari KMB ( Keluarga Mahasiswa Banjarnegara ) di acara halalbihalal KMB. Acara yang mengangkat tema "Dengan silaturahmi kita bangun KMB yang bernilai kebudayaan serta kearifan lokal untuk Banjarnegara yang lebih baik" begitu menggugah banyak pertanyaan, terutama di poin-poin tentang Pariwisata yang ada di Banjarnegara, satu pertanyaan yang muncul dari kami adalah "Banjarnegara sudah tidak punya Gajah, lantas kenapa doorprize'nya berbentuk replika Gajah, MENGAPA demikian ?". Lupakan tentang pertanyaan tersebut, kami takut ada pihak yang kurang berkenan dengan pertanyaan tersebut, kembali membahas acara halalbihalal yang begitu menarik, dimana Lentera Malam sangat bangga bisa menyuarakan karya kami di depan ratusan orang yang notabenya adalah kaum-kaum cendikiawan.
Lentera Malam @ Politeknik, Banjarnegara
Sebagian dari mereka menikmati acara, sebagian dari mereka sibuk mengobrol dengan teman lama yang mungkin sudah lama tidak terlihat batang hidungnya, tidak jadi masalah bagi kami ketika orang-orang tidak melihat penampilan kami, yang penting suara kami tersampaikan walau hanya satu telinga saja yang mendengarkan. Terima kasih untuk mereka yang sudah mendengarkan kary-karya kami, terima kasih untuk panitia yang sudah repot-repot menyiapkan segalanya.
Lentera Malam @ Politeknik Banjarnegara
Lentera Malam @ Politeknik, Banjarnegara
Lentera Malam mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang terlibat dalam kegiatan ini, baik dari teman-teman panitia maupun dari teman-teman dekat Lentera Malam Project, kalian hebat, kaluan juara, semangat untuk berkesenian. "Jangan berharap kepada Negara atau Pemerintah Daerah, berdikari untuk sebuah pergerakan positif, jika ada halangan, lawan !!!".

Halalbihalal KMB ( Keluarga Mahasiswa Banjarnegara )